Waduk Jatigede
Waduk Jatigede
Genangan Waduk Jatigede
Negara
Indonesia
Lokasi
Sumedang, Jawa Barat
Koordinat
6°51′23″S 108°05′41″E
Koordinat: 6°51′23″S 108°05′41″E
Status
UC
Konstruksi dimulai
2007
Dam dan drainase air
Tipe drainase air
Chute
Kapasitas drainase air
4468 m3/s (157786 cu ft/s)
Pembangkit listrik
Pengelola
Perusahaan Listrik Negara
Tanggal pelaksanaan
2019 (est.)
Waduk Jatigede adalahsebuah waduk yang terletak di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.[1] Pembangunan waduk ini sudah lama direncanakan semenjak zaman Hindia Belanda. Waduk ini mulai di bina tahun 2008 pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono dan baru diresmikan pada tahun 2015 serta beroperasi sarat pada 2017[2]. Waduk ini di bina dengan menahan aliran Sungai Cimanuk di distrik Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang dengan dengan kapasitas tampung 979,5 juta meter kubik air. Waduk Jatigede adalahwaduk terbesar kedua di Indonesia.
Kumpulan isi
1
Sejarah
2
Pembangunan
3
Fungsi
4
Dampak Sosial
5
Rujukan
6
Pranala luar
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Pembangunan waduk ini sudah an]], rencana pembangunan waduk Jatigede pulang menghangat.
Pembangunan[sunting | sunting sumber]
Penampakan bendungan, sisi hilir di sebelah kiri
Langkah kesatu yang dilaksanakan oleh pemerintah ialah merelokasi masyarakat yang bermukim di distrik calon genangan. Area genangan Waduk Jatigede mencakup 28 desa di Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Wado, Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Jatinunggal. Relokasi kesatu dilaksanakan pada tahun 1982. Desain pembangunan waduk ini dilaksanakan pada tahun 1988, dan disambung 20 tahun lantas yaitu proses konstruksi pada tahun 2007-2015[3]. Pada 31 Agustus 2015 dilaksanakan penggenangan waduk sekaligus peresmian oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimulyono. Waduk Jatigede di bina dengan biaya perkiraan hingga menjangkau 467 juta US dolar atau setara dengan Rp 6.538.000.000.000 dengan kurs rupiah Rp 14.000[4].
Fungsi[sunting | sunting sumber]
Seperti waduk lainnya, Waduk Jatigede juga memiliki faedah utama guna sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain tersebut juga bermanfaat sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olahraga air, sarana rekreasi, dan beda sebagainya. Waduk Jatigede difungsikan sebagai pusat pengairan guna 90.000 hektar lahan pertanian produktif di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka. Di samping itu, air dari Waduk Jatigede pun akan dimanfaatkan guna Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berdaya 110 Mega Watt (MW) yang ketika ini tengah di bina oleh PT PLN (Persero). Waduk ini pun akan memasok air bersih untuk warga selama dengan kapasitas sampai 3.500 meter kubik per detik. Di samping itu, waduk ini pun akan meredam terjadinya banjir untuk 14.000 hektare area di Jawa barat[5].
Di samping memiliki guna teknis, Waduk Jatigede pun menawarkan keindahan alam yang 'tak sengaja' terbentuk dampak proses penggenangan. Puncak-puncak bukit yang berada di lokasi genangan berpadu dengan hamparan air yang merefleksikan birunya warna langit membuat pemandangan estetis yang memanjakan mata. Memanfaatkan keindahan tersebut, masyarakat selama menjadikan tempat tersebut sebagai area wisata alam[6].
Dampak Sosial[sunting | sunting sumber]
Bagian ini membutuhkan pengembangan
Proyek Waduk Jatigede sudah dirintis semenjak era Sukarno itu menyisakan permasalahan yang perumahan selain menyebabkan enam belas ribu penduduk Kabupaten Sumedang yang terdampak, bencana ekologi yang mengakibatkan hilangnya selama 1 juta lahan hijau produktif, ancaman pengangguran massif, puluhan website kebudayaan Sunda semenjak era abad ke-8 sampai Kerajaan Pajajaran dalam bahaya tenggelam. Proyek multinasional itu menyisakan permasalahan yang belum terselesaikan sampai detik peluncuran penggenangan yang dimulai oleh Presiden Jokowi akhir Agustus 2015.
Rujukan[sunting | sunting sumber]
^ Goldsmith, Edwards dan Nicholas Hildyard (1993). Dampak Sosial dan Lingkungan Bendungan Raksasa. Yayasan Obor Indonesia.
^ Waduk Jatigede Beroperasi Penuh
^ Ini Latar Belakang Proyek Jatigede, Waduk Terbesar Kedua di RI
^ Pembangunan Waduk Jatigede Habiskan Dana Rp 6,5 Triliun
^ Ini Penampakan Waduk Jatigede Setelah Digenangi Air
^ Manfaatkan Indahnya Waduk Jatigede, Warga Kembangkan Kawasan Wisata
Pranala luar[sunting | sunting sumber]
(Indonesia) Kementerian PU
(Indonesia) Pemerintah Kabupaten Sumedang
(Indonesia) Begini Penampakan Waduk Jatigede Setelah 109 Hari Penggenangan
(Indonesia) Menteri PU Resmikan Pengairan Waduk Jatigede di Sumedang
{{{b}}} Lagu "Halimun Jatigede": sangkalan didendankan biduan Hayati mengenai genang tanah waduk Jatigede
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka
|
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


0 Komentar