Kursus Komputer Majalengka
Museum Konferensi Asia Afrika

Artikel atau sejumlah bagian di dalam tulisan ini saling kontradiktif.
Museum Konferensi Asia Afrika
Museum Konferensi Asia Afrika
Informasi Umum
Didirikan pada
24 April 1980[1]
Lokasi
Jl. Asia-Afrika No. 65, Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Luas
7500 m²
Situs
mkaa.or.id
Museum Konferensi Asia Afrika adalahsalah satu museum yang sedang di kota Bandung yang terletak di Jalan Asia Afrika No. 65. Museum ini adalahmemorabilia Konferensi Asia Afrika. Museum ini mempunyai hubungan yang paling erat dengan Gedung Merdeka. Secara borongan Gedung Merdeka mempunyai dua bangunan utama, yang kesatu dinamakan Gedung Merdeka sebagai lokasi sidang utama, sementara yang sedang di samping Gedung Merdeka ialah Museum Konferensi Asia Afrika sebagai lokasi memorabilia Konferensi Asia Afrika. Latar belakang dibangunnya museum ini ialah adanya kemauan dari semua pemimpin bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk memahami tentang Gedung Merdeka dan sekitarnya lokasi Konferensi Asia Afrika berlangsung. Hal ini menciptakan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M memiliki gagasan untuk membina sebuah museum. Ide itu disampaikannya pada forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian museum ini diresmikan pada tanggal 24 April 1980 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.
Kumpulan isi
1
Sejarah Museum Konferensi Asia Afrika
2
Nama, Status, dan Sifat
3
Penataan Kembali Museum Konferensi Asia Afrika
4
Referensi
Sejarah Museum Konferensi Asia Afrika[sunting | sunting sumber]
Konferensi Asia Afrika yang diadakan di Bandung pada tanggal 18 hingga dengan 24 April 1955 menjangkau kesuksesan besar, baik dalam mempersatukan sikap dan merangkai pedoman kerja sama salah satu bangsa-bangsa Asia Afrika maupun dalam ikut serta menolong terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia. Konferensi ini mencetuskan Dasa Sila Bandung yang lantas menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam perjuangan mendapat  kemerdekaannya dan yang lantas menjadi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Kesuksesan konferensi ini tidak melulu tampak pada masa itu, tetapi pun terlihat pada masa sesudahnya, sampai-sampai jiwa dan motivasi Konferensi Asia Afrika menjadi salah satu hal penting yang menilai jalannya sejarah dunia.
Semua tersebut adalahprestasi besar yang dijangkau oleh bangsa-bangsa Asia Afrika. Jiwa dan motivasi Konferensi Bandung telah sukses memperbesar volume kerja sama antar bangsa-bangsa Asia dan Afrika, sampai-sampai peranan dan pengaruh mereka dalam hubungan percaturan internasional bertambah dan disegani.
Dalam rangka membangun dan melestarikan urusan tersebut, ialah penting dan tepat andai Konferensi Asia Afrika beserta peristiwa, masalah, dan pengaruh yang mengitarinya diabadikan dalam suatu museum di lokasi konferensi tersebut berlangsung, yakni di Gedung Merdeka di Kota Bandung, kota yang di anggap sebagai ibu kota dan sumber inspirasi untuk bangsa-bangsa Asia Afrika. Sebagai Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, S.H., LL.M., tidak jarang bertemu muka dan bercakap-cakap dengan semua pemimpin negara dan bangsa Asia Afrika. Dalam kesempatan-kesempatan itu dia tidak jarang mendapat pertanyaan dari mereka mengenai Gedung Merdeka dan Kota Bandung lokasi diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika. Berulang kali percakapan tersebut diselesaikan oleh pernyataan kemauan mereka guna dapat mendatangi Kota Bandung dan Gedung Merdeka.
Terilhami oleh urusan itu serta kehendak guna mengabadikan Konferensi Asia Afrika, maka lahirlah usulan dia untuk menegakkan Museum Konperensi Asia Afrika di Gedung Merdeka ini. Gagasan itu dilontarkan dalam forum rapat Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika (1980) yang dihadiri antara beda Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Ternyata usulan itu mendapat sambutan baik, tergolong dari Presiden RI Soeharto. Gagasan pendirian Museum Konperensi Asia Afrika diwujudkan oleh Joop Ave sebagai Ketua Harian Panitia Peringatan 25 Tahun Konferensi Asia Afrika dan Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Departemen Luar Negeri, berkolaborasi dengan Departemen Penerangan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah wilayah Tingkat I Propinsi Jawa Barat, dan Universitas Padjadjaran. Perencanaan dan pengamalan teknisnya digarap oleh PT. Decenta, Bandung. Museum Konperensi Asia Afrika diresmikan berdirinya oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 24 April 1980 sebagai puncak peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika.
Nama, Status, dan Sifat[sunting | sunting sumber]
Museum ini mempunyai nama Museum Konferensi Asia Afrika. Nama tersebut dipakai untuk memperingati peristiwa Konferensi Asia Afrika yang menjadi Sumber ilham dan motivasi untuk bangsa Asia-Afrika.
Museum ini di bina oleh Pemerintah Republik Indonesia dan sedang di bawah wewenang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara pengelolaannya di bawah koordinasi Departemen Luar Negeri dan Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Jawa Barat.
Pada 18 Juni 1986, status Museum Konferensi Asia-Afrika dipindahkan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ke Departemen Luar Negeri di bawah pemantauan Badan Penelitian dan Pengembangan Masalah Luar Negeri. Pada Tahun 2003 dilaksanakan restrukturisasi di Tubuh Departemen Luar Negeri dan Museum Konferensi Asia Afrika dipindahkan ke Ditjen Informasi, Diplomasi Publik dan Perjanjian Internasional (Sekarang Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik). Saat ini UPT Museum Konferensi Asia Afrika berada dalam koordinasi Direktorat Diplomasi Publik. Museum ini menjadi museum sejarah untuk perjuangan politik luar negeri Indonesia.
Penataan Kembali Museum Konferensi Asia Afrika[sunting | sunting sumber]
Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika 2005 dan peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika 1955, pada 22-24 April 2005, tata pameran Museum Konferensi Asia Afrika direnovasi atas prakarsa Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Dr. N. Hassan Wirajuda.
Penataan pulang museum tersebut dilakukan atas kerja sama Departemen Luar NEgeri dengan sekretariat Negara dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perencanaan dan pengamalan teknisnya digarap oleh Vasco Design dan Wika Realty.
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Kursus Komputer di Majalengka
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka

Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297