Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia
Wednesday, 23 Januari 2019
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh semua khalifah. Dibawah kepemimpinan semua khalifah, agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sampai abad ke-8 saja, pengaruh Islam sudah menyebar ke semua Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol. Kemudian pada masa dinasti Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang sampai Nusantara.
Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan Nusantara merupakan wilayah yang familiar sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Hal itu membuat tidak sedikit pedagang dari sekian banyak penjuru dunia datang ke Nusantara untuk melakukan pembelian rempah-rempah yang akan dipasarkan kembali ke wilayah asal mereka. Termasuk semua pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Di samping berdagang, semua pedagang muslim tersebut pun berdakwah untuk memperkenalkan agama Islam untuk penduduk lokal.
Peta jalur perniagaan kuno yang melewati Indonesia

Teori-Teori Masuknya Islam ke Indonesia
Menurut sejumlah sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13 Masehi yang diangkut oleh semua pedagang muslim. Meskipun begitu, belum diketahui secara tentu sejak kapan Islam masuk ke Indonesia sebab para berpengalaman masih bertolak belakang pendapat tentang hal tersebut. Setidaknya terdapat tiga teori yang mengupayakan menjelaskan mengenai proses masuknya Islam ke Indonesia yakni teori Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.
1. Teori Gujarat, Teori yang dipelopori oleh Snouck Hurgronje ini mengaku bahwa agama Islam baru masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang diangkut oleh semua pedagang dari Kambay (Gujarat), India.
2. Teori Persia, Teori ini dipelopori oleh P.A Husein Hidayat. Teori Persia ini mengaku bahwa agama Islam diangkut oleh semua pedagang dari Persia (sekarang Iran) sebab adanya sejumlah kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam Indonesia dengan Persia.
3. Teori Mekkah, Teori ini ialah teori baru yang hadir untuk menyanggah bahwa Islam baru hingga di Indonesia pada abad ke-13 dan diangkut oleh orang Gujarat. Teori ini menuliskan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dari Mekkah (arab) sebagai pusat agama Islam semenjak abad ke-7. Teori ini didasari oleh suatu berita dari Cina yang mengaku bahwa pada abad ke-7 telah terdapat suatu perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.
Sebuah batu nisan berhuruf Arab kepunyaan seorang perempuan muslim mempunyai nama Fatimah Binti Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diduga berasal dari abad ke-11 pun menjadi bukti bahwa agama Islam telah masuk ke Indonesia jauh sebelum abad ke-13.
Proses Masuknya Islam di Indonesia
Proses masuknya islam ke Indonesia dilaksanakan secara damai dengan teknik menyesuaikan diri dengan adat istiadat warga lokal yang sudah lebih dulu ada. Ajaran-ajaran Islam yang mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si kurang mampu dan si kaya, si powerful dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya sistem kasta dan memandang seluruh orang sama kedudukannya dihadapan Allah telah menciptakan agama Islam perlahan-lahan mulai mendekap agama Islam.
Proses masuknya Islam ke Indonesia dilaksanakan secara damai dan dilaksanakan dengan cara- teknik sebagai berikut.
1. Melalui Cara Perdagangan
Indonesia dilewati oleh jalur perniagaan laut yang menghubungkan antara China dan wilayah lain di Asia. Letak Indonesia yang paling strategis ini menciptakan lalu lintas perniagaan di Indonesia paling padat karena dilewati oleh semua pedagang dari semua dunia termasuk semua pedagang muslim. Pada pertumbuhan selanjutnya, semua pedagang muslim ini tidak sedikit yang bermukim dan menegakkan perkampungan islam di Nusantara. Para saudagar ini pun tak jarang mengundang semua ulama dan mubaligh dari negeri asal mereka ke nusantara. Para ulama dan mubaligh yang datang atas undangan semua pedagang berikut yang diperkirakan mempunyai salah satu peran urgen dalam upaya penyebaran Islam di Indonesia.
2. Melalui Perkawinan
Bagi masyarakat pribumi, semua pedagang muslim dirasakan sebagai kelangan yang terpandang. Hal ini menyebabkan tidak sedikit penguasa asli tertarik guna menikahkan anak gadis mereka dengan semua pedagang ini. Sebelum menikah, sang gadis bakal menjadi muslim terlebih dahulu. Pernikahan secara muslim antara semua saudagar muslim dengan penguasa lokal ini semakin memperlancar penyebaran Islam di Nusantara.
3. Melalui Pendidikan
Pengajaran dan edukasi Islam mulai dilaksanakan setelah masyarakat islam terbentuk. Pendidikan dilaksanakan di pesantren ataupun di pondok yang dituntun oleh guru agama, ulama, ataupun kyai. Para santri yang sudah lulus akan kembali ke dusun halamannya dan bakal mendakwahkan Islam di dusun masing-masing.
4. Melalui Kesenian
Wayang ialah salah satu sarana kesenian guna menyebarkan islam untuk penduduk lokal. Sunan Kalijaga ialah salah satu figur terpandang yang mementaskan wayang untuk memperkenalkan agama Islam. Cerita wayang yang dipentaskan seringkali dipetik dari cerita Mahabrata atau Ramayana yang lantas disisipi dengan nilai-nilai Islam.
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka
|
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


0 Komentar