Penemu Komputer Mekanik Sinyal Analog
Penemu Komputer Mekanik dengan Sinyal AnalogBanyak yang menduga bahwa penemu teknologi komputer ialah orang barat, sebenarnya peletak dasar ilmunya ialah seorang ilmuwan Muslim. Ketika kemajuan Islam menggenggam dunia, tepatnya di era kekhalifahan, semua insinyur Muslim ternyata telah menguasai teknologi komputer. Yang pasti, teknologi yang dikembangkan semua ilmuwan muslim di zaman tersebut bukan komputer digital, tetapi komputer analog. Istilah komputer analog, menurut dipakai untuk mencerminkan alat penghitung yang bekerja pada level analog lawan (dual) dari level digital. Komputer analog pun kerap didefinisikan sebagai komputer yang mengubah data menurut sinyal yang mempunyai sifat kualitatif atau sinyal analog, guna mengukur variabel-variabel, laksana voltase, kecepatan suara, resistansi udara, suhu, dan pengukuran gempa. Komputer ini seringkali digunakan guna mempresentasikan sebuah keadaan, laksana untuk temperatur, radar, dan intensitas cahaya. Sederet perlengkapan yang memakai prinsip komputer analog sudah ditemukan semua ilmuwan Islam. Alat-alat tersebut umumnya dipakai untuk pelbagai kegiatan ilmiah. Di zaman keemasannya, semua astronom Muslim sukses menemukan pelbagai jenis astrolabe. Peralatan astronomi itu dipakai untuk membalas 1001 permasalahan bersangkutan astronomi, astrologi, horoskop, zodiak, navigasi, survei, penentuan waktu, arah kiblat, dan jadwal shalat.
Berdasarkan keterangan dari D De S Price (1984) dalam bukunya A History of Calculating Machines, Al-Biruni adalahilmuwan kesatu yang mengejar alat astrolabe mekanik kesatu guna menilai kalender bulan-matahari. Astrolabe yang memakai roda gigi tersebut ditemukan Al-Biruni pada tahun 1000 M. Tak lama kemudian, Al-Biruni pun mengejar peralatan astronomi yang memakai prinsip komputer analog yang dikenal sebagai Planisphere suatu astrolabe peta bintang. Pada tahun 1015 M, komputer analog lainnya ditemukan ilmuwan Muslim di Spanyol Islam mempunyai nama Abu Ishaq Ibrahim Az- Zarqali. Arzachel, sebutan orang Barat guna Az-Zarqali, sukses menemukan Equatorium perangkat penghitung bintang. Peralatan komputer analog lainnya yang dikembangkan Az-Zarqali mempunyai nama Saphaea. Inilah astrolabe kesatu universal latitude-independent. Astrolabe tersebut tak bergantung pada garis lintang pengamatnya dan dapat digunakan di manapun di semua dunia. Dua abad kemudian, insinyur Muslim terkemuka mempunyai nama Al-Jazari dapat menciptakan ‘jam istana’ (castle clock) suatu jam astronomi. Jam yang ditemukan tahun 1206 M itu dipercayai sebagai komputer analog kesatu yang dapat diprogram. Jam astronomi produksi Al- Jazari tersebut mampu memperlihatkan zodiak, orbit matahari dan bulan serta bentuk-bentuk bulan sabit.
Tidak melulu ketiga ilmuwan di atas, perlengkapan komputer analog lainnya berbentuk astrolabe pun ditemukan oleh Abu Bakar Isfahan pada 1235 M, berupa komputer kalender mekanik. Ilmuwan Muslim lainnya mempunyai nama As-Sijzi pun tercatat sukses menemukan perlengkapan astronomi yang memakai prinsip kerja komputer analog. Alatnya mempunyai nama Zuraqi suatu astrolabe heliosentris. Ibnu Samh astronom terkemuka di abad ke-11 M pun tercatat sebagai salah seorang penemu perlengkapan komputer analog berupa astrolabe mekanik. Seabad kemudian, ilmuwan Muslim serba dapat legendaris mempunyai nama Sharaf Ad-Din At-Tusi membuat astrolabe linear. Al-Jazari (1136 M-1206 M) sang Bapak Teknik Modern, ilmuwan muslim legendaris dari Kashan, Iran, yang sukses menemukan sederet perlengkapan teknologi yang paling monumental di zamannya. Di samping dikenal di dunia teknik canggih sebagai ‘perintis robot’, Al-Jazari pun terdaftar sebagai sarjana kesatu yang membuat komputer analog yang dapat diprogram. Insinyur mempunyai nama lengkap Asy-Syaikh Ra`is Al-A’mal Badi’ Az-Zaman Abu Al-’Izz bin Isma’il bin Al-Razzaz Al-Jazari tersebut membuat komputer analog kesatu yang dapat diprogram dalam format Jam Istana. Sederet karya urgen dalam bidang teknologi yang diciptakannya termuat dalam bukunya, Al-Jami’ Baina Al-’ilm wa Al-’Amal Al-Nafi’ fi Sina’at Al-Hiya (Ikhtisar dan Panduan Membuat Berbagai Mesin Mekanik).
Tercatat pula nama seorang Ilmuwan Muslim, Jamshid Al-Kashi yang sukses membuat Plate of Conjunctions suatu alat hitung guna menilai masa-masa dan hari terjadinya konjungsi planet-planet. Di samping itu, Al- Kashi pun pun menemukan komputer planet, The Plate of Zones. Yakni, suatu komputer planet mekanik yang secara nyata dapat memecah kan sederet kerumitan planet. Di samping itu, perangkat ini pun dapat menebak posisi garis bujur matahari dan bulan secara tepat. The Plate of Zones pun dapat menilai orbit planet-planet, garis lintang matahari, bulan dan planet-planet, serta orbit matahari. Al-Kashi tumbuh besar saat Timur Lenk, penguasa Dinasti Timurid, menguasai tanah kelahirannya. Kemiskinan tak dapat mematahkan semangatnya guna belajar. Matematika dan astronomi ialah dua bidang studi yang sangat unik perhatian dan minatnya. Perekonomian di tanah kelahirannya mulai pulih saat Dinasti Timurid dipimpin Shah Rukh. Sang pemimpin baru tersebut mendukung dan mendorong berkembangnya ekonomi, seni, dan ilmu pengetahuan. Di kota kelahirannya, Al-Kashi dengan serius mempelajari dan mengkaji astronomi. Tepat 1 Maret 1407 M, dia sukses merampungkan penulisan risalah astronomi berjudul, Sullam As-Sama. Tiga tahun setelahnya, ia kembali sukses menyelesaikan penulisan kitab Compendium of the Science of Astronomy.
Semua penemuan tersebut membuktikan bahwa kemajuan Islam merajai teknologi di era kejayaannya. Padahal, pada masa tersebut masyarakat Barat berada dalam keterbelakangan dan kebodohan. Tak bisa dimungkiri lagi, andai sains dan teknologi adalahkontribusi sangat besar dan monumental yang disumbangkan kemajuan Islam untuk dunia modern. Pencapaian terpenting di pertengahan abad ke-15 M ialah terciptanya motivasi eksperimental yang dikembangkan kemajuan Muslim, ungkap Bapak Sejarah Sains, George Sarton, dalam bukunya, The Introduction to the History of Science. Oliver Joseph Lodge dalam The Pioneers of Science pun mengakui kedahsyatan peradaban Islam di masa keemasan. Berdasarkan keterangan dari dia, kemajuan Islam yang diwakili masyarakat Arab telah sukses menghubungkan secara efektif antara sains canggih dengan ilmu pengetahuan lama. Zaman kegelapan terjadi sebab terjadinya jurang kesenjangan dalam sejarah sains Eropa. Berdasarkan keterangan dari Lodge, selama seribu tahun tak ada kegiatan sains, kecuali di kemajuan Islam.
Dalam The Reconstruction of Religious Thought in Islam, Muhammad Iqbal menyatakan, kemajuan Islam yang berkembang di Arab sukses mendorong berkembangnya sains dengan demikian pesat di ketika Barat dikungkung kebodohan. Pada masa itu, umat Islam telah mengenalkan metode eksperimental, observasi, dan pemikiran.
Orientalis asal Skotlandia, William Montgomery Watt pernah secara jujur mengatakan, bagaimana Barat paling berhutang budi pada Islam, terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Montgomery yang menyandang gelar “Emiritus Professor,” gelar penghormatan tertinggi untuk seorang ilmuwan, paling tekun mengerjakan penelitiannya mengenai Islam. Khususnya sejarah perkembembangan pengetahuan di dunia Islam. Montgomery secara jujur mengakui, pertumbuhan ilmu pengetahuan yang sekarang berkembang pesat di Barat dan Eropa, sesungguhnya mayoritas telah tidak sedikit ditemukan kaum Muslim sebelumnya Dr. Fuat Sezgin, Pengarah dan Pengasas Institut Sejarah Sains Arab-Islam, Universiti Johann Wolfgang, Goethe, Frankfurt, Jerman, menuliskan bahwa kedahsyatan ilmuwan Islam ratusan abad silam ialah kehebatan yang tidak ternilai (karena saking hebatnya). Pada abad kegemilangan Islam tidak sedikit orang-orang Eropa yang belajar guna menuntut ilmu di sekian banyak cabang pengetahuan dari semua pakar Islam. Tetapi sesudah zaman kegelapan datang, tidak sedikit pula hasil-hasil ilmuwan itu yang pun diselewengkan dan lantas disebarluaskan dengan informasi yang salah secara meluas.
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
![]() |
| Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka |
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


0 Komentar