Kursus Komputer Majalengka
Penemu Lampu

Penemu lampu – Thomas Alva Edison si penemu lampu serta sekian banyak  macam barang dan yang sangat popular dari temuannya ialah lampu pijar. Lampu adalahpenemuan yang paling penting. Lampu benar-benar menciptakan perubahan kehidupan manusia.
Penemu Lampu
Lampu Pertama Ditemukan oleh Penemu Lampu Thomas Alva Edison Si Penemu Lampu

Penemu Lampu

Pada tahun 1870-an, seorang penemu lampu mempunyai nama Thomas Alva Edison dari Menlo Park, negara unsur New Jersey, Amerika Serikat, mulai ikut serta dalam usaha merancang lampu pijar. Dengan memakai elemen platina, Edison menemukan paten kesatunya pada bulan April 1879. Rancangan ini relatif tidak praktis tetapi Edison tetap berjuang mencari unsur lain yang bisa dipanaskan secara hemat dan efisien.
Thomas Alva Edison Si Penemu Lampu
Pada tahun yang sama, Sir Joseph Wilson Swan pun menciptakan lampu pijar yang bisa bertahan sekitar 13,5 jam. Sebagian besar filamen lampu pijar yang dibuat pada saat tersebut putus dalam masa-masa yang paling singkat sampai-sampai tidak berarti secara komersial. Untuk menuntaskan masalah ini, Edison kembali mengupayakan menggunakan untaian karbon yang ditempatkan dalam bola lampu hampa udara sampai pada tanggal 19 Oktober 1879 dia sukses menyalakan lampu yang dapat bertahan sekitar 40 jam.

Cara kerja lampu pijar yang ditemukan penemu lampu Thomas Alva Edison
Saat bola lampu pijar di hidupkan, arus listrik bakal mengalir dari Electrical contact mengarah ke filamen dengan melalui kawat penghubung. Elektron di sepanjang filamen ini secara konstan bakal menabrak atom pada filamen. Ikatan elektron dalam atom-atom yang bergetar ini bakal mendorong atom pada tingkatan tertinggi secara rutin.
Atom-atom yang dicungkil ini dalam format foton-foton sinar infrared yang tidak mungkin disaksikan oleh mata manusia. Lalu, pada tahun 1820, Warren De la Rue merancang suatu lampu dengan teknik menempatkan suatu kumparan logam mulia platina di dalam suatu tabung lalu menyalurkan arus listrik melaluinya. Hanya saja, harga logam platina yang paling tinggi merintangi pendayagunaan penemuan ini lebih lanjut. Elemen karbon pun sempat digunakan, tetapi karbon dengan cepat bisa teroksidasi di udara; oleh sebab itu, jawabannya ialah dengan menanam elemen dalam vakum.

Komponen utama dari lampu pijar
Komponen utama dari lampu pijar ialah bola lampu yang tercipta dari kaca, filamen yang tercipta dari wolfram, dasar lampu yang terdiri dari filamen, bola lampu, gas pengisi, dan kaki lampu.

Kaki lampu
Dua jenis kaki lampu ialah kaki lampu berulir dan kaki lampu bayonet yang dapat dipisahkan dengan kode huruf E (Edison) dan B (Bayonet), dibuntuti dengan angka yang mengindikasikan diameter kaki lampu dalam milimeter laksana E27 dan E14.

Gas Pengisi Lampu
Pada tadinya bagian dalam bola lampu pijar diciptakan hampa udara tetapi belakangan dipenuhi dengan gas mulia bertekanan rendah laksana argon, neon, kripton, dan xenon atau gas yang mempunyai sifat tidak reaktif laksana nitrogen sampai-sampai filamen tidak teroksidasi. Konstruksi lampu halogen pun menggunakan prinsip yang sama dengan lampu pijar biasa, perbedaannya terletak pada gas halogen yang dipakai untuk memenuhi bola lampu.

Bola lampu
Selubung gelas yang memblokir rapat filamen sebuah lampu pijar dinamakan dengan bola lampu. Macam-macam format bola lampu antara lain ialah bentuk bola, format jamur, format lilin, dan format lustre. Warna bola lampu antara lain yakni bening, warna susu atau buram, dan warna merah, hijau, biru, atau kuning.

Operasi pada Lampu Pijar
Pada dasarnya filamen pada suatu lampu pijar ialah sebuah resistor. Saat dialiri arus listrik, filamen itu menjadi paling panas, berkisar antara 2800 derajat Kelvin sampai maksimum 3700 derajat Kelvin. Ini mengakibatkan warna cahaya yang dipancarkan oleh lampu pijar seringkali berwarna kuning kemerahan. Pada temperatur yang paling tinggi itulah filamen mulai menghasilkan cahaya pada panjang gelombang yang kasatmata. Hal ini sejalan dengan teori radiasi benda hitam. Indeks renderasi warna lampu pijar mendekati 100. – Penemu Lampu.

Efisiensi pada Lampu
Efisiensi lampu atau dengan kata beda disebut dengan efikasi luminous ialah nilai yang mengindikasikan besar efisiensi pengalihan energi listrik ke cahaya dan ditetapkan dalam satuan lumen per Watt. Kurang lebih 90% daya yang dipakai oleh lampu pijar dicungkil sebagai radiasi panas dan melulu 10% yang dipancarkan dalam radiasi cahaya kasat mata.
Pada tegangan 120 volt, nilai keluaran cahaya lampu pijar 100W biasanya ialah 1.750 lumen, maka efisiensinya ialah 17,5 lumen per Watt. Sementara tersebut pada tegangan 230 volt laksana yang dipakai di Indonesia, nilai keluaran bolam 100W ialah 1.380 lumen atau setara dengan 13,8 lumen per Watt. Pada tabel inilah ini terdaftar tingkat efisiensi pencahayaan sejumlah jenis lampu pijar biasa bertegangan 120 volt dan sejumlah sumber cahaya ideal.

Lampu putus
Karena temperatur kerja filamen lampu pijar yang paling tinggi, lambat laun bakal terjadi penguapan pada filamen. Variasi pada resistansi sepanjang filamen akan membuat titik-titik panas pada posisi dengan nilai resistansi tertinggi. Pada titik-titik panas itu filamen wolfram bakal menguap lebih cepat yang menyebabkan ketebalan filamen bakal semakin tidak merata dan nilai resistansi bakal meningkat secara lokal; ini akan mengakibatkan filamen pada titik itu meleleh atau menjadi lemah kemudian putus. Variasi diameter sebesar 1% akan mengakibatkan penurunan usia lampu pijar sampai 25%.
Selain mengakibatkan putusnya lampu, penguapan filamen wolfram pun menyebabkan penghitaman lampu. Elemen wolfram yang menguap pada lampu pijar bakal mengendap pada dinding kaca bola lampu dan menyusun efek hitam. Lampu halogen menghambat proses ini dengan proses siklus halogen.
Demikian keterangan singkat dari Penemu Lampu, semoga bermanfaat.
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :

1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Kursus Komputer di Majalengka
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka

Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297