Kursus Komputer Majalengka
Tembok Besar Tiongkok

Great Wall of China.jpeg
Tembok Besar Tiongkok
Situs Warisan Dunia UNESCO
Tipe
Budaya
Kriteria
i, ii, iii, iv, vi
Nomor identifikasi
438
Kawasan UNESCO
Asia-Pasifik
Tahun pengukuhan
1987 (sesi ke-11)
Perluasan
2004
Tembok Besar Tiongkok atau Tembok Raksasa Tiongkok (hanzi tradisional: 長城; hanzi sederhana: 长城; pinyin: Chángchéng, arti harafiah: Tembok Panjang), pun dikenal di Tiongkok dengan nama Tembok Sepanjang 10.000 Li¹ (萬里長城; 万里长城; Wànlĭ Chángchéng) adalahbangunan terpanjang yang pernah diciptakan manusia, terletak di Tiongkok.[1][2][3]
Tembok Besar Tiongkok dirasakan sebagai di antara dari Tujuh Keajaiban Dunia.[4][5] Pada tahun 1987, bangunan ini dimasukkan dalam susunan Situs Warisan Dunia UNESCO.[1][2]
Kumpulan isi
1
Panjang
2
Terlihat dari ruang angkasa
3
Sejarah
3.1
Pra-Qin
3.2
Dinasti Qin
3.3
Dinasti Han
3.4
Dinasti Ming
4
Arsitektur
4.1
Menara suar
4.2
Pintu gerbang (celah)
4.3
Tembok
5
Material
6
Penemuan baru
7
Kerusakan dan pemeliharaan

Lokasi Tembok Besar Tiongkok

Tembok Besar Tiongkok tidak panjang terus menerus, namun merupakan kelompok tembok-tembok pendek yang mengikuti format pegunungan Tiongkok utara.[6] Pada tanggal 18 April 2009[7], setelah penyelidikan secara akurat oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok, diberitahukan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada periode Dinasti Ming panjangnya ialah 8.851 km.[6]
Menurut daftar sejarah, sesudah tembok panjang di bina oleh Ming, barulah dikenal istilah "changcheng" (长城, "tembok besar" atau "tembok panjang"). Sebelumnya istilah itu tidak ditemukan. Istilah Tembok Besar Tiongkok dalam Bahasa Mandarin ialah "wanli changcheng", bermakna "tembok yang panjangnya 10 ribu li". Pada masa kini istilah ini sah digunakan.[3]
Pada tahun 2009, Badan Survei dan Pemetaan dan Badan Administrasi Warisan Budaya Republik Rakyat Tiongkok mengerjakan penelitian guna menghitung ulang panjang Tembok Besar Tiongkok. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Tembok Besar Tiongkok lebih panjang daripada rentang yang ketika ini diketahui. Berdasarkan keterangan dari pengukuran, panjang borongan tembok menjangkau 8.850 km. Proyek tersebut pun telah mengejar bagian-bagian tembok beda yang panjangnya 359 km, parit sepanjang 2232 km, serta pembatas alami laksana perbukitan dan sungai sepanjang 2232 km. Rentang rata-rata Tembok Besar Tiongkok ialah 5000 km, lazimnya dikutip dari sekian banyak  catatan sejarah.[8]
Terlihat dari ruang angkasa[sunting | sunting sumber]
Tembok Besar Tiongkok disinggung sebagai di antara bangunan produksi manusia yang tampak dari ruang antariksa dengan mata telanjang. Namun, setelah dilaksanakan investigasi oleh semua astronot, persepsi itu tidak benar.[9] Dari orbit yang rendah, bangunan produksi manusia laksana jalan, kapal laut, kota dan lain-lain memang bisa terlihat, tetapi pada saat melalui orbit bumi dengan tinggi puluhan ribu kaki, tak satu juga benda di permukaan bumi yang bisa terlihat, tergolong Tembok Besar Tiongkok. Hal ini dikuatkan oleh pengakuan NASA: "The Greatwall can barely be seen from the Shuttle, so it would not be possible to see it from the moon with the naked eye".[10]

Tembok Besar Tiongkok ini nyaris tidak tampak dari dalam Kapsul pesawat (antariksa), sampai-sampai tidak barangkali dapat terlilat dari bulan dengan mata telanjang [11]

Astronot Tiongkok kesatu yang dikenalkan di ruang antariksa pada tahun 2004, Yang Liwei, pun menyatakan bahwa ia tidak dapat menyaksikan bangunan tersebut.[12]
Persepsi tentang terlihatnya tembok raksasa dari ruang antariksa sudah menjadi mitos, bahkan ditulis ke dalam kitab pelajaran sekolah di Tiongkok.[12] Bukti terawal berasal dari tulisan tukang koleksi barang antik asal Inggris mempunyai nama William Stukeley tahun 1754 yang mencocokkan Tembok Besar Tiongkok dengan Tembok Hadrian di Inggris dengan mengaku bahwa Tembok Hadrian di Inggris melulu dapat diungguli oleh Tembok Besar Tiongkok, yang adalahbangunan urgen di dunia, sehingga dapat jadi tampak dari bulan ("This mighty wall of 4 score miles in length is only exceeded by the Chinese wall, which makes a considerable figure upon the terrestrial globe, and may be discerned at the moon.")[13] Buku karya Richard Halliburton, petualang asal Amerika pada tahun 1938 yang berjudul "Second Book of Marvels", semakin menciptakan orang-orang percaya bahwa tembok raksasa dapat disaksikan dari ruang angkasa.[10]
Sejarah[sunting | sunting sumber]
Sejarahnya, pembangunan tembok ialah salah satu unsur terpenting dalam sejarah arsitektur Tiongkok, yaitu untuk memberi batas wilayah-wilayah perkotaan dan perumahan. Berbagai teori kenapa tembok besar didirikan antara beda sebagai benteng pertahanan, batas kepemilikan lahan, penanda perbatasan dan jalur komunikasi untuk mengucapkan pesan.[3]
Berdasarkan bukti tertulis yang dapat diterima umum, pada dasarnya Tembok Besar Tiongkok dikonstruksikan beberapa besar pada periode Dinasti Qin, Dinasti Han dan Dinasti Ming.[14] Namun, mayoritas rupa tembok raksasa yang berdiri pada ketika ini adalahhasil dari periode Ming.[14]
Pra-Qin[sunting | sunting sumber]

Tembok periode Qin

Sebelum periode Dinasti Qin, pembangunan tembok raksasa paling mula dilakukan pada Zaman Musim Semi dan Gugur (722 SM-481 SM) dan Zaman Negara Perang (453 SM- 221 SM) untuk menyangga serangan musuh dan suku-suku dari unsur utara Tiongkok.[15] Negeri-negeri yang terdaftar berkontribusi dalam konstruksi kesatu antara beda negeri Chu, Qi, Yan, Wei dan Zhao.[14] Dalam periode-periode berikutnya, tembok raksasa meningkat panjang, dibetulkan dan dimodifikasi.[14]
Dinasti Qin[sunting | sunting sumber]
Pada tahun 220 SM di bawah perintah Kaisar Qin Shi Huang, Jendral Meng Tian mengoleksi tenaga kerja sejumlah 300 ribu orang guna menyambungkan tembok-tembok sebelumnya sebagai garis pertahanan.[15] Pembangunan yang memakan masa-masa 9 tahun memerlukan ongkos mahal dan mengorbankan rakyat jelata.[15] Tenaga kerja yang jadi korban menjangkau jutaan jiwa sampai-sampai negara menjadi lemah.[15][16] Kebencian rakyat pada kerja paksa tersebut merangsang kemarahan petani yang berontak menggulingkan Dinasti Qin.[17] Setelah itu, pembangunan tembok raksasa tidak dilanjutkan.[17]
Dinasti Han[sunting | sunting sumber]

Tembok periode Han

Tahun 127 SM, ketika Kaisar Han Wudi berkuasa (140 SM-87 SM), proyek renovasi dan pembangunan bagian-bagian tembok lama dilakukan selama 20 tahun meningkatkan panjang tembok secara borongan menjadi 1000 km.[18] Pada periode kesatu Han, tembok raksasa bermanfaat sebagai pelindung area barat dari Bangsa Hun yang menakut-nakuti rakyat Tiongkok.[18] Setelah pengaruh Hun melemah, pembangunan tembok tidak dilanjutkan. Mulai tahun 39 M, atas perintah Guang Wudi, jendral Ma Cheng mengawali kembali proyek pembangunan tembok besar.[18] Pada ketika itu, bangsa Hun terbelah menjadi 2 bagian, unsur utara dan selatan.[18] Bangsa Hun utara sukses ditundukkan oleh Han sedangkan bagian unsur selatan berdamai.[18] Setelah itu, pembangunan tembok raksasa ditinggalkan sebab Tiongkok sudah memiliki kekuatan militer yang besar.[18]

Tembok periode Ming

Dinasti Ming[sunting | sunting sumber]
Pada masa Dinasti Ming (1368-1644), sesudah menaklukkan bangsa Mongol, tembok raksasa dari periode sebelumnya dikonstruksikan kembali[19], dengan daftar panjang 5.650 km.[1] Pada masa ini, Tembok Besar Tiongkok dipecah ke dalam 9 wilayah militer yang dilengkapi benteng-benteng pertahanan dan pintu gerbang guna mengawasi wilayah perbatasan.[19] Di atasnya diciptakan jalan sebagai jalur transportasi.[19] Pintu gerbang sangat timur disebut Shanhaiguan dan pintu gerbang sangat barat disebut Jiayuguan.[19]
Arsitektur[sunting | sunting sumber]
Menara suar[sunting | sunting sumber]

Menara suar di tembok Mutianyu.

Menara suar atau fenghuotai (烽火台) dipakai untuk mengucapkan pesan militer dengan teknik membuat sinyal asap pada siang hari dan api pada malam hari untuk mengumumkan adanya gerak-gerik musuh.[20] Merupakan di antara bagian tembok besar terpenting, struktur ini diciptakan di tiap unsur tembok raksasa dengan material lokal.[20] Di wilayah pegunungan, tersusun dari batu bata, di padang rumput atau gurun tercipta dari tanah liat.[20] Bentuk dapat bulat, lonjong dan persegi.[20] Terdapat 3 jenis menara suar, yaitu tipe yang di bina di atas tembok, dalam tembok atau di bina terpisah guna mengintai musuh.[20]
Pintu gerbang (celah)[sunting | sunting sumber]

Pintu gerbang Shanhaiguan

Struktur pintu gerbang bermanfaat sebagai benteng pada posisi-posisi penting.[21] Tersusun dari:
Chengqiang atau tembok pertahanan (城墙), dengan tinggi maksimal 10 meter.[21] Bagian luar tercipta dari batu bata besar atau batu granit.[21] Bagian dalam tercipta dari tanah kuning atau gabungan batu-batu kerikil.[21] Di atas tembok dapat dilewati penunggang kuda.[21] Di sisi tembok ada tembok pelindung berbentuk persegi sebagai lokasi untuk memantau dan berlindung.[21]
Chenglou atau menara gerbang (城楼): pintu untuk terbit masuk perbatasan, sebagai lokasi keluarnya pasukan ketika menyerang musuh.[21] Gerbang disebut sesuai dengan nama celah.[21]
Wangcheng: tembok kecil di luar tembok besar yang bermanfaat sebagai pelindung pintu gerbang.[21]
Luocheng: tembok kedua untuk mengayomi wengcheng.[21]
Parit dan drainase air dalam guna memperlambat gerakan musuh, memberi peluang untuk menyerang dengan cepat.[21]
Tembok[sunting | sunting sumber]

Bagian tembok raksasa Badaling.

Tembok adalahbadan utama arsitektur tembok raksasa.[22] Fungsinya menghubungkan menara suar, menara pengintai dan pintu gerbang menjadi suatu garis pertahanan.[22] Ketinggiannya tergantung pada format dataran.[22] Pada daerah-daerah strategis diciptakan lebih tinggi.[22] Pada saat mengarungi gunung atau wilayah dengan format tidak rata diciptakan serendah barangkali untuk menghemat bahan dan tenaga.[22] Rata-rata tinggi tembok 23-26 kaki.[22]
Bagian-bagian urgen di tembok:
nuqiang (女牆), tembok pelindung di sisi atas struktur tembok.[22] Dibangun untuk mengayomi tentara dan kuda di atas tembok.[22] Jika tembok raksasa mengarungi sisi gunung curam, melulu dibangun satu buah nuqiang guna menghemat bahan.[22]
duokou (垛口) tembok bercelah guna mengintai.[22] Doukou ini masih dilapisi oleh lapisan tembok lagi sebagai pelindung.[22]
jalur kuda:jalan setapak di sebelah menara pengintai yang dapat dilewati penunggang kuda untuk menjangkau bagian atas tembok.[22]
quanmen: pintu melengkung di unsur dalam tembok sebagai jalan masuk ke atas tembok.[22]
Material[sunting | sunting sumber]

Tembok Jiayuguan di provinsi Gansu.


Bagian tembok antara Simatai dan Jinshanling

Material yang dipakai untuk menciptakan tembok raksasa beda-beda cocok periode dinasti.[23] Sebelum batu bata ditemukan, tembok besar diciptakan dari tanah, batu dan kayu.[23] Karena pembangunannya selalu memerlukan sumber daya yang banyak, semua pekerja memanfaatkan bahan-bahan yang seadanya.[23] Saat melalui gunung, batu gunung bakal digunakan.[23] Pada saat membina di tanah datar, tembok diciptakan dari tanah yang digemburkan dan andai melewati padang gurun, bahan yang digunakan ialah rerumputan campur pasir dan ranting-ranting pohon konifer.[23] Tembok dari bahan ini rapuh, mudah dimasuki dan cepat hancur.[23]
Pada masa Dinasti Qin, teknologi belum maju, sampai-sampai material yang digunakan ialah tanah atau tanah campur kerikil.[23] Pada masa tersebut struktur benteng belum didirikan.[23] Beberapa unsur tembok melulu terdiri dari gundukan batu-batu besar.[23]
Pada masa Dinasti Han, bahan tanah dan batu laksana masa sebelumnya masih umum digunakan.[23]
Pada masa Dinasti Tang, batu bata telah diproduksi.[22] Namun, sebab mahal, melulu terbatas pada gerbang kota dan tembok yang dekat.[22]
Baru pada zaman Dinasti Ming, teknologi pembangunan tembok telah lebih maju.[23] Namun, baru pada pertengahan periode dinasti itu batu bata berbobot | berbobot | berkualitas diproduksi.[23] Batu bata lebih baik daripada tanah atau batu kerikil sebab lebih ringan, tahan beban dan lebih efektif dalam masa-masa yang cepat. Batu masih dipakai, khususnya untuk fondasi, pinggiran luar dan dalam gerbang disebabkan lebih powerful daripada batu bata.[23] Adukan batu kapur dengan beras ketan efektif sebagai semen yang bisa merekatkan batu bata.[23]
Penemuan baru[sunting | sunting sumber]
Beberapa tahun belakangan mulai ditemukan sejumlah bagian tembok di wilayah-wilayah Tiongkok yang tak terjangkau. Pada tahun 1998, ditemukan website tembok dekat di antara jalur sutra salah satu provinsi Gansu dan Xinjiang. Tembok-tembok yang di bina dari tanah berpasir kuning dan ranting-ranting Eucalyptus marginata itu mempunyai panjang 500 km, tergolong benteng pertahanan kokoh. Penemuan ini meningkatkan panjang tembok besar menjadi 2.700 km.[3]
Di gurun-gurun pasir di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang tidak jarang berpindah-pindah, pun telah membuka bagian-bagian tembok dan benteng konstruksi Ming.[3]
Penemuan prasasti yang mengandung ukiran artikel di sekian banyak  wilayah Tiongkok di dekat tembok menjadi sumber sejarah tertulis urgen tentang arsip pembangunan Tembok Besar Tiongkok. Prasasti sangat awal ialah inskripsi Dinasti Qi Utara (550-577). Prasasti Dinasti Ming tidak sedikit ditemukan di Beijing dan provinsi Hebei, tetapi terancam bobrok atau hilang sebab hujan, angin, erosi dan kehancuran lingkungan.[3]
Dalam riset itu, teknologi GPS dan infra merah yang dipakai dapat menolong mendeteksi sejumlah bagian yang terkubur dampak badai pasir. Bagian-bagian baru yang ditemukan ialah hasil konstruksi pada masa Dinasti Ming (1368-1644) yang menghampar dari Pegunungan Hu di provinsi Liaoning bagian unsur utara sampai Celah Jiayu di barat provinsi Gansu. Proyek ini pun memetakan bagian-bagian tembok yang didirikan pada zaman Qin (221-206 SM) dan Han (206 SM-9M).[8]
Kerusakan dan pemeliharaan[sunting | sunting sumber]
Walaupun adalahsitus yang dilindungi, Tembok Besar Tiongkok mengalami tidak sedikit kerusakan yang beberapa besar disebabkan pembangunan infrastruktur yang serampangan, pencopetan artefak batu inskripsi dan bagian-bagian tembok dan perbaikan yang dilaksanakan sembarangan.
Laporan konservasi pada mula tahun 2004 mengadukan bahwa melulu 1/3 dari panjang 6.350 km tembok yang kini masih terpelihara, menciptakan rentang tembok "semakin pendek". Banyak warga di dekat situs-situs kuno tidak memahami mereka tinggal berdampingan karena pandangan tentang tembok raksasa adalahbenteng arsitektur Ming yang kokoh, tetapi sebenarnya situasi Tembok Besar Tiongkok tidak seragam. Penduduk sekitar memakai batu bata tembok besar untuk membina rumah dan kandang fauna ternak.[3]
Tembok yang sedang di luar Beijing adalahbagian yang sangat terancam, laksana di provinsi Shaanxi dan Ningxia. Dari 2.000 km rentang tembok di provinsi Shaanxi, 1/3 dari 850 km dari struktur Ming sudah lenyap karena kegiatan pembangunan infrastruktur dan industri. Sebanyak 40 lobang tembok dimasuki oleh jalan guna kendaraan.[3]
Sementara itu, tembok besar di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang mempunyai panjang 1500 km yang didirikan dari sekian banyak  periode mulai dari Zaman Negara Berperang, Dinasti Qin, Dinasti Han, Dinasti Sui dan Dinasti Ming adalahbagian yang rentan pencemaran seperti dijebol untuk jalur kendaraan dan erosi.
Upaya dan proyek-proyek renovasi telah dilaksanakan oleh pemerintah Republik Rakyat Tiongkok guna membetulkan kerusakan. Salah satunya dengan teknik membuka jurusan Studi Tembok Raksasa (长城学;Changchengxue) di universitas-universitas lokal. Studi ini ialah cabang baru sejarah Tiongkok yang dikembangkan untuk unik perhatian arkeolog dan peneliti muda untuk mencari sejarah tembok raksasa dan pelestariannya.[3]
Catatan[sunting | sunting sumber]
¹ 10.000 li = 5.760 km. Dalam bahasa Mandarin, jumlah 10.000 seringkali secara figuratif dirasakan sebagai "tidak terbatas", sampai-sampai angka tersebut sebetulnya berisi makna "tembok yang panjangnya tak terbatas".
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :

1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Kursus Komputer di Majalengka
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka

Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297