Pedoman gaya/Huruf kapital
Isinya sudah diterima luas oleh semua pemakai dan dirasakan sebagai standar yang mesti dibuntuti oleh seluruh pemakai, meskipun usahakan dicerna dengan akal sehat, dan dispensasi dapat berlaku sewaktu-waktu. Segala penyuntingan substansial yang dilaksanakan di halaman ini mesti mencerminkan konsensus. Jika kita ragu, diskusikan terlebih dahulu di halaman pembicaraan.
Pedoman gaya
Ejaan dan kata
Kesalahan eja yang umum Huruf kapital Tanda baca Tanggal dan angka Singkatan dan akronim
Tata letak
Pedoman penamaan
Kategori
Organisme Karya Tokoh Ilmu dan teknologi Organisasi Lokasi geografis
Kapitalisasi
Penyerapan
Penyerapan istilah
Alih aksara Arab ke Latin Alih aksara Hangul ke Latin
Alih aksara Sirilik ke Latin
Topik
Pedoman penerjemahan Islam
Berikut ialah pedoman penulisan tanda baca cocok dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang relevan guna Wikipedia.
1 : Huruf kapital atau huruf besar digunakan sebagai huruf kesatu kata pada mula kalimat.
Misalnya:
Dia menyimak buku.
Apa maksudnya?
Kita mesti bekerja keras.
Pekerjaan tersebut akan berlalu dalam satu jam.
2 : Huruf kapital atau huruf besar digunakan sebagai huruf kesatu kata pada mula kalimat sesudah petikan langsung.
3 : Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu dalam kata dan ungkapan yang bersangkutan dengan agama, buku suci, dan Tuhan, tergolong kata ganti guna Tuhan.
Misalnya:
Islam
Quran
Kristen
Alkitab
Hindu
Weda
Allah
Yang Mahakuasa
Yang Maha Pengasih
Tuhan akan mengindikasikan jalan untuk hamba-Nya.
Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
4 : a.Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang dibuntuti nama orang.
Misalnya:
Mahaputra Yamin
Sultan Hasanuddin
Haji Agus Salim
Imam Syafii
Nabi Ibrahim
b. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak dibuntuti nama orang.
Misalnya:
Dia baru saja diusung menjadi sultan.
Pada tahun ini dia pergi naik haji.
Ilmunya belum seberapa, namun lagaknya sudah laksana kiai.
5 : a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu bagian nama jabatan yang dibuntuti nama orang, nama instansi, atau nama lokasi yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu.
Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Profesor Supomo
Laksamana Muda Udara Husein Sastranegara
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian
Gubernur Jawa Tengah
b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu nama jabatan atau nama instansi yang merujuk kepada format lengkapnya.
Misalnya:
Sidang tersebut dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia.
Sidang tersebut dipimpin Presiden.
Kegiatan tersebut sudah direncanakan oleh Departemen Pendidikan Nasional.
Kegiatan tersebut sudah direncanakan oleh Departemen.
c. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu nama jabatan dan pangkat yang tidak merujuk untuk nama orang, nama instansi, atau nama lokasi tertentu.
Misalnya:
Berapa orang camat yang muncul dalam rapat itu?
Divisi tersebut dipimpin oleh seorang mayor jenderal.
Di masing-masing departemen ada seorang inspektur jenderal.
6 : a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu bagian unsur nama orang.
Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
Wage Rudolf Supratman
Halim Perdanakusumah
Ampere
Catatan:
(1) Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu laksana pada de, van, dan der (dalam nama Belanda), von (dalam nama Jerman), atau da (dalam nama Portugal).
Misalnya:
J.J de Hollander
J.P. van Bruggen
H. van der Giessen
Otto von Bismarck
Vasco da Gama
(2) Dalam nama orang tertentu, huruf kapital tidak digunakan untuk menyebutkan huruf kesatu kata bin atau binti.
Misalnya:
Abdul Rahman bin Zaini
Ibrahim bin Adham
Siti Fatimah binti Salim
Zaitun binti Zainal
b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu singkatan nama orang yang dipakai sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
pascal second
Pas
J/K atau JK-1
joule per Kelvin
N
Newton
c.Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu nama orang yang dipakai sebagai nama jenis atau satuan ukuran.
Misalnya:
mesin diesel
10 volt
5 ampere
7 : a.Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Misalnya:
bangsa Eskimo
suku Sunda
bahasa Indonesia
b.Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai format dasar kata turunan.
Misalnya:
pengindonesiaan kata asing
keinggris-inggrisan
kejawa-jawaan
8 : a.Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu nama tahun, bulan, hari, dan hari raya.
Misalnya:
tahun Hijriah
tarikh Masehi
bulan Agustus
bulan Maulid
hari Jumat
hari Galungan
hari Lebaran
hari Natal
b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu unsur-unsur nama peristiwa sejarah.
Misalnya:
Perang Candu
Perang Dunia I
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
c.
Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
Misalnya:
Soekarno dan Hatta memproklamasikan kebebasan bangsa Indonesia.
Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.
9 : a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu unsur-unsur nama diri geografi.
Misalnya:
Banyuwangi
Asia Tenggara
Cirebon
Amerika Serikat
Eropa
Jawa Barat
b. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu bagian unsur nama geografi yang dibuntuti nama diri geografi.
Misalnya:
Bukit Barisan
Danau Toba
Dataran Tinggi Dieng
Gunung Semeru
Jalan Diponegoro
Jazirah Arab
Ngarai Sianok
Lembah Baliem
Selat Lombok
Pegunungan Jayawijaya
Sungai Musi
Tanjung Harapan
Teluk Benggala
Terusan Suez
c. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu nama diri atau nama diri geografi andai kata yang mendahuluinya mencerminkan kekhasan budaya.
Misalnya:
ukiran Jepara
pempek Palembang
tari Melayu
sarung Mandar
asinan Bogor
sate Mak Ajad
d. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu bagian geografi yang tidak dibuntuti oleh nama diri geografi.
Misalnya:
berlayar ke teluk
mandi di sungai
menyeberangi selat
berenang di danau
e. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu nama diri geografi yang dipakai sebagai penjelas nama jenis.
Misalnya:
nangka belanda
kunci inggris
harimau sumatera
petai cina
pisang ambon
10 : a. Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu seluruh unsur nama sah negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi, kecuali kata tugas, laksana dan, oleh, atau, dan untuk.
Misalnya:
Republik Indonesia
Departemen Keuangan
Majelis Permusyawaratan Rakyat
Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 1972
Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak
b. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu kata yang bukan nama sah negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan nama dokumen resmi.
Misalnya:
beberapa badan hukum
kerja sama antara pemerintah dan rakyat
menjadi suatu republik
menurut keterangan dari undang-undang yang berlaku
Catatan:
Jika yang dimaksudkan merupakan nama sah negara, lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dan dokumen sah pemerintah dari negara tertentu, contohnya Indonesia, huruf mula kata tersebut ditulis dengan huruf kapital.
Misalnya:
Pemberian gaji bulan ke 13 sudah diamini Pemerintah.
Tahun ini Departemen sedang mendalami masalah itu.
Surat tersebut telah ditandatangani oleh Direktur.
11 : Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu masing-masing unsur format ulang sempurna yang ada pada nama lembaga resmi, lembaga ketatanegaraan, badan, dokumen resmi, dan judul karangan.
Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial
Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan
12 : Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu seluruh kata (termasuk seluruh unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, majalah, surat kabar, dan makalah, kecuali kata tugas laksana di, ke, dari, dan, yang, dan guna yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya sudah membaca kitab Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia ialah agen surat kabar Sinar Pembangunan.
Ia menuntaskan makalah "Asas-Asas Hukum Perdata".
13 : Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu bagian singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan yang dipakai dengan nama diri.
Misalnya:
Dr.
doktor
S.E.
sarjana ekonomi
S.H.
sarjana hukum
S.S.
sarjana sastra
S.Kp.
sarjana keperawatan
M.A.
master of arts
M.Hum.
magister humaniora
Prof.
profesor
K.H.
kiai haji
Tn.
tuan
Ny.
nyonya
Sdr.
saudara
Catatan:
Gelar akademik dan sebutan alumni perguruan tinggi, tergolong singkatannya, ditata secara eksklusif dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/U/1993.
14 : b.Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf kesatu kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.
Misalnya:
Kita mesti memuliakan bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya telah berkeluarga.
Dia tidak memiliki saudara yang bermukim di Jakarta.
15 : Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu kata kita yang dipakai dalam penyapaan.
Misalnya:
Sudahkah kita tahu?
Siapa nama Anda?
Surat Anda sudah kami terima dengan baik.
16 : Huruf kapital digunakan sebagai huruf kesatu pada kata, laksana keterangan, catatan, dan contohnya yang didahului oleh pernyataan menyeluruh dan dibuntuti oleh penyampaian yang sehubungan dengan pernyataan menyeluruh itu. (Lihat misal pada EYD pasal I B, I C, I E, dan II F15).
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka
|
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


0 Komentar