Kubah Hijau Nabi Muhammad Berubah Jadi Merah?
Ini Penjelasan Ilmiahnya
Januari 21, 2019 08:50

Jakarta, Aktual.com — Setiap hari tidak jarang kali ada peristiwa menarik dan langka yang terjadi di Bumi ini. Sebuah video yang diposting berdurasi 1 menit 5 detik yang beredar di sejumlah jejaring sosial laksana Facebook dan Twitter, menunjukkan kejadian yang tak lazim.
Dalam video berdurasi singkat tersebut tampak Qubbah Al-Khadlra’ (atau Kubah Hijau) lokasi makam Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam di Masjid Nabawi, Madinah tampak berwarna kemerah-merahan.
Kejadian yang terjadi pada Jumat (6/3) malam kemudian atau selama waktu Isya tersebut menciptakan kaum Muslimin yang kebetulan sedang di Masjid Nabawi histeris. Para Jemaah berduyun-duyun berusaha mengabadikan kejadian langka tersebut melewati kamera smartphone atau handphone.
Video yang diunggah oleh Mohamed Thamer, dapat Anda lihat videonya (YouTube) di bawah ini: https://www.youtube.com/watch?v=aBeqH3mkEsQ
Salah seorang saksi Ummu Kautsar Hasan dan Mohammed Thamer yang menonton langsung peristiwa bersejarah Kubah Hijau yang tiba-tiba pulang menjadi merah tersebut menuturkan, sekitar dirinya bermukim di Madinah, baru kini ada kejadian langka laksana itu.
Fenomena langka memerahnya Kubah Hijau tersebut membuat Umat Islam Madinah spontan berteriak lantang bershalawat bersama, sambil berbicara seakan-akan mengisi seruan panggilan Rasulullah SAW, “Labbaik Ya Musthofa (Muhammad)… Labbaik Ya Musthofa (Muhammad)… Labbaik Ya Musthofa (Muhammad)… “.
“Ya Allah sekitar 8 tahun Ku bermukim di Madinah, baru kesatu kali terdapat kejadiaan laksana ini, orang-orang pada shalawat sambil berbicara Labbaika Ya Musthafa..,” tulis Ummu Kautsar dalam akun Facebook-nya.
اللهم صلى على سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى ال سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى Ø§ØµØØ§Ø¨ سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى انصار سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى ازواج سيدنا Ù…ØÙ…د وعلى ذرية سيدنا Ù…ØÙ…د وسلم تسليما كثيرا
قبة النبي ص بالمدينة تغير لونها من الأخضر الى الأØÙ…ر
Pengunjung mendapati timbulnya warna kemerahan di unsur atas Kubah Hijau Masjid Nabawi. Semua merasa keheranan atas kejadian tersebut. Ajaibnya, terdapat yang mengatakan gejala itu mengindikasikan tanda kemarahan Nabi. Namun demikian, ada pun yang menyebut tersebut pertanda timbulnya Imam Mahdi.
Tapi sekian banyak pendapat yang terbit dari mulut semua Jemaah, berikut keterangan yang diserahkan oleh pegawai pengawal yang mengawal Masjid Nabawi di pintu Bab Bilal dan Bab Quba berhubungan peristiwa Kubah Hijau pulang menjadi Merah.
Sebenarnya, apa yang terjadi di sana yakni cahaya berwarna merah yang kelihatan pada Kubah Hijau tersebut, berasal dari pantulan cahaya lampu merah yang berdampingan dari Kubah Hijau itu.
Untuk diketahui, lampu tersebut telah 30 tahun tidak dinyalakan. Beberapa masa-masa yang lalu, pernah dikobarkan dengan destinasi untuk mengindikasikan tanda masuk masa-masa Maghrib dan masa-masa berbuka Puasa di bulan Ramadhan.
Jumat malam, sewaktu video semua Jemaah merekam gejala Kubah Hijau berubah jadi Merah, lampu merah itu dikobarkan atas perintah dan tuntunan dari atasan Masjid Nabawi. Benar, ketika lampu tersebut dipasang semua jemaah ramai berkumpul di sana.
Mereka berhamburan terbit mengabadikan menyaksikan perubahan warna pada Kubah Hijau tersebut.
Intinya, evolusi warna merah pada Kubah Hijau tidak berhubungan dengan suatu keganjilan atau fenomena. Justru, sebagai seorang Muslim yang baik, sepatutnya anda mengkaji dan mengetahui berita yang disebarkan dalam media jejaring sosial.
” Wahai orang-orang yang beriman, andai datang kepada-Mu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, supaya Kamu tidak menimpakan sebuah musibah untuk suatu kaum tanpa memahami keadaannya yang menyebabkan anda menyesal atas perbuatanmu.”
Sejarah Kubah Hijau
Kubah yang terdapat di atas kuburan Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, dahulu tidak ada sampai abad ketujuh. Yang (kesatu kali) membangunnya ialah Sultan Qalawun. Dahulu berwarna kayu, lantas berwarna putih, biru dan hijau. Dan warna hijau yang berlanjut sampai sekarang.
Ustadz Ali Hafid hafizahullah mengatakan, “Belum pernah terdapat kubah di atas kamar yang suci (kuburan Nabi). Dahulu di atap masjid yang sejajar dengan kamar terdapat kayu memanjang separuh ukuran orang untuk memisahkan antara kamar dengan saldo atap Masjid lainnya.
Sulton Qalawun As-Shalihi yang kesatu kali menciptakan Kubah di atas kuburan tersebut. Dikerjakan pada tahun 678 H, berbentuk empat persegi panjang dari segi bawah, sementara atasnya berbentuk delapan persegi dilapisi dengan kayu. Didirikan di atas tiang-tiang yang mengelilingi kamar, dikuatkan dengan papan dari kayu, kemudian dikuatkan lagi dengan tembaga, dan diletakkan di atas kayu dengan kayu lain.
Kubah tersebut dimodernisasi pada zaman An-Nasir Hasan bin Muhammad Qalawun, lantas papan yang terdapat tembaganya retak. Lalu dimodernisasi dan dikuatkan lagi pada masa Al-Asyraf Sya’ban bin Husain bin Muhammad tahun, 765 H. Akan namun ada kerusakan, dan dibetulkan pada zaman Sultan Qaytabai tahun 881 H. Rumah dan kubah terbakar pada (waktu) kebakaran Masjid Nabawi tahun 886 H. Pada zaman Sultan Qaytabai tahun 887 H, kubahnya diperbarui. Dan diciptakan pondasi yang powerful di tanah Masjid Nabawi, di bina dengan kayu dengan puncak ketinggian. Setelah kubah berlalu seperti yang sudah dijelaskan, ternyata unsur atasnya koyak kembali.
Ketika merasa tidak barangkali lagi dipugar, Sultan Fayyabi menyuruh untuk menghancurkan unsur atasnya. Lalu diulangi lagi pembangunannya lebih powerful dengan semen putih. Dan berlalu dengan kokoh dan powerful pada tahun 892 H. Pada tahun 1253 H Sultan Abdul Hamid Al-Utsmani menerbitkan perintah untuk mewarnai kubah dengan warna hijau. Beliaulah yang kesatu kali mewarnai kubah dengan (warna) hijau. Kemudian cat itu terus menerus dimodernisasi setiap kali dibutuhkan, hingga hari ini. Dinamakan kubah hijau sesudah dicat hijau. Dahulu dikenal dengan Kubah Putih, Fayha dan Kubah Biru.” (Fushul Min Tarikh Al-Madinah Al-Munawwarah, Ali Hafiz, hal. 127-128)
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka
|
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


0 Komentar