Debat
Debat merupakan pekerjaan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan menyimpulkan masalah dan perbedaan. Secara formal, debat tidak sedikit dilakukan dalam institusi legislatif laksana parlemen, khususnya di negara-negara yang memakai sistem oposisi. Dalam urusan ini, debat dilaksanakan menuruti aturan-aturan yang jelas dan hasil dari debat dapat didapatkan melalui voting atau keputusan juri
Contoh beda debat yang diadakan secara formal ialah debat antar kandidat legislatif dan debat antar calon presiden/wakil presiden yang umum dilaksanakan menjelang pemilihan umum.
Debat kompetitif ialah debat dalam format permainan yang biasa dilaksanakan di tingkat sekolah dan universitas. Dalam urusan ini, debat dilaksanakan sebagai pertandingan dengan aturan ("format") yang jelas dan ketat antara dua pihak yang setiap mendukung dan membangkang sebuah pernyataan. Debat ditonton oleh satu atau sejumlah orang juri yang ditunjuk guna menilai pemenang dari suatu debat. Pemenang dari debat kompetitif ialah tim yang sukses menunjukkan pengetahuan dan keterampilan debat yang lebih baik.
Kumpulan isi
1
Debat kompetitif dalam pendidikan
1.1
Debat kompetitif di Indonesia
1.2
Berbagai gaya debat parlementer
1.2.1
Australian Parliamentary/Austramarician Parliamentary ("Australs")
1.2.2
Asian Parliamentary ("Asians")
1.2.3
British Parliamentary ("BP")
1.2.4
Format World Schools
1.2.5
American Parliamentary
1.3
Debat kompetitif di samping debat parlementer
1.3.1
Debat Proposal
1.3.2
Lincoln-Douglas Debate
2
Kegiatan beda yang serupa
2.1
Model United Nations
2.2
Moot court
3
Lihat pula
4
Pranala luar
Debat kompetitif dalam pendidikan[sunting | sunting sumber]
Tidak laksana debat sebetulnya di parlemen, debat kompetitif tidak bertujuan guna menghasilkan keputusan tetapi lebih ditunjukkan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan tertentu di kalangan pesertanya, seperti keterampilan untuk mengutarakan pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, memperhatikan pendapat yang berbeda, dan keterampilan berbahasa asing (bila debat dilaksanakan dalam bahasa asing).
Namun, sejumlah format yang dipakai dalam debat kompetitif didasarkan atas debat formal yang dilaksanakan di parlemen. Dari sinilah hadir istilah "debat parlementer" sebagai di antara gaya debat kompetitif yang populer. Ada sekian banyak format debat parlementer yang setiap mempunyai aturan dan organisasinya sendiri.
Kejuaraan debat kompetitif parlementer tingkat dunia yang sangat diakui ialah World Universities Debating Championship (WUDC) dengan gaya British Parliamentary di tingkat universitas dan World Schools Debating Championship (WSDC) guna tingkat sekolah menengah atas.
Kompetisi debat bertaraf internasional umumnya memakai bahasa Inggris sebagai pengantar. Tidak ada pertolongan penerjemah untuk peserta manapun. Namun, sejumlah kompetisi menyerahkan penghargaan khusus untuk tim yang berasal dari negara-negara yang melulu menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (English as Second Language - ESL).
Negara-negara yang familiar dengan kesebelasan debatnya antara beda Inggris, Australia, Irlandia, dan Amerika Serikat. Di Asia, negara yang dirasakan relatif powerful antara beda Filipina dan Singapura.
Debat kompetitif di Indonesia[sunting | sunting sumber]
Artikel Utama: Debat kompetitif di Indonesia
Di Indonesia, debat kompetitif telah mulai berkembang, walaupun masih didominasi oleh persaingan debat berbahasa Inggris. Kejuaraan debat parlementar kesatu di tingkat universitas ialah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) yang diadakan tahun 1997 di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, dan dibuntuti oleh tim-tim dari sekian banyak wilayah di P. Jawa. Kejuaraan debat se-Indonesia yang kesatu ialah Indonesian Varsity English Debate (IVED) 1998 di Universitas Indonesia. Hingga sekarang (2006), kedua persaingan tersebut diadakan setiap tahun secara bergilir di universitas yang berbeda.
Sejak 2001, Indonesia sudah mengirimkan utusan ke WSDC. Delegasi itu dipilih masing-masing tahunnya melewati Indonesian Schools Debating Championship (ISDC) yang diadakan oleh Departemen Pendidikan Nasional berkolaborasi dengan Association for Critical Thinking (ACT).
Berbagai gaya debat parlementer[sunting | sunting sumber]
Dalam debat kompetitif, sebuah bentuk mengatur hal-hal antara lain:
jumlah kesebelasan dalam satu debat
jumlah penceramah dalam satu tim
giliran berbicara
lama masa-masa yang disediakan untuk setiap pembicara
tatacara interupsi
mosi dan batasan-batasan pendefinisian mosi
tugas yang diinginkan dari setiap pembicara
hal-hal yang tidak boleh dilaksanakan oleh pembicara
jumlah juri dalam satu debat
kisaran penilaian
Di samping itu, sekian banyak kompetisi pun mempunyai aturan yang bertolak belakang mengenai:
penentuan topik debat (mosi) - apakah diserahkan jauh hari sebelumnya atau hanya sejumlah saat sebelum debat dibuka (impromptu)
lama masa-masa persiapan - guna debat impromptu, masa-masa persiapan berkisar antara 15 menit (WUDC) sampai 1 jam (WSDC)
perhitungan hasil pertandingan - sejumlah debat melulu menggunakan victory point (VP) guna menilai peringkat, tetapi ada pun yang menghitung selisih (margin) nilai yang diraih kedua kesebelasan atau jumlah vote juri (mis. guna panel beranggotakan 3 juri, suatu tim dapat menang 3-0 atau 2-1)
sistem persaingan - sistem gugur seringkali hanya dipakai dalam babak elimiasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final); dalam babak penyisihan, sistem yang biasa digunakan ialah power matching
Format debat parlementer sering memakai peristilahan yang biasa digunakan di debat parlemen sebenarnya:
topik debat dinamakan mosi (motion)
tim Afirmatif (yang setuju terhadap mosi) tidak jarang disebut pun Pemerintah (Government), kesebelasan Negatif (yang membangkang mosi) dinamakan Oposisi (Opposition)
pembicara kesatu dipanggil sebagai Perdana Menteri (Prime Minister), dan sebagainya
pemimpin/wasit debat (chairperson) dipanggil Speaker of The House
penonton/juri dipanggil Members of the House (Sidang Dewan yang Terhormat)
interupsi dinamakan Points of Information (POI)
Australian Parliamentary/Austramarician Parliamentary ("Australs")[sunting | sunting sumber]
Gaya debat ini dipakai di Australia, tetapi pengaruhnya menyebar sampai ke kompetisi-kompetisi yang diadakan di amerika, sampai-sampai akhirnya dinamakan sebagai bentuk Austramarician Parliamentary. Dalam bentuk ini, dua kesebelasan beranggotakan setiap tiga orang berhadapan dalam satu debat, satu kesebelasan mewakili Pemerintah (Government) dan satu kesebelasan mewakili Oposisi (Opposition), dengan urutan sebagai berikut:
Pembicara kesatu pihak Pemerintah - 7 menit
Pembicara kesatu pihak Oposisi - 7 menit
Pembicara kedua pihak Pemerintah - 7 menit
Pembicara kedua pihak Oposisi - 7 menit
Pembicara ketiga pihak Pemerintah - 7 menit
Pembicara ketiga pihak Oposisi - 7 menit
Pidato penutup pihak Oposisi - 5 menit
Pidato penutup pihak Pemerintah - 5 menit
Pidato penutup (Reply speech) menjadi ciri dari bentuk ini. Pidato penutup dibawakan oleh penceramah kesatu atau kedua dari setiap tim (tidak boleh penceramah ketiga). Pidato penutup dibuka oleh Oposisi terlebih dahulu, baru Pemerintah.
Mosi dalam bentuk ini diserahkan dalam format pernyataan yang mesti didukung oleh pihak Pemerintah dan dilawan oleh Pihak Oposisi, contoh:
(This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
(Sidang Dewan percaya bahwa) Globalisasi meminggirkan masyarakat miskin.
Mosi itu dapat didefinisikan oleh pihak Pemerintah dalam batasan-batasan tertentu dengan destinasi untuk memperjelas debat yang bakal dilakukan. Ada aturan-aturan yang lumayan jelas dalam urusan apa yang boleh dilaksanakan sebagai unsur dari pengertian dan apa yang jangan dilakukan.
Tidak terdapat interupsi dalam bentuk ini.
Juri (adjudicator) dalam bentuk Australs terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, masing-masing juri menyerahkan voting-nya tanpa melewati musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat mempunyai sifat seia sekata (unanimous) ataupun keputusan yang terpecah (split decision).
Di Indonesia, bentuk ini tergolong yang kesatu kali dikenal sehingga lumayan populer khususnya di kalangan universitas. Kompetisi debat di Indonesia yang menggunakan bentuk ini ialah Java Overland Varsities English Debate (JOVED) dan Indonesian Varsity English Debate (IVED).
Asian Parliamentary ("Asians")[sunting | sunting sumber]
Format ini adalahpengembangan dari bentuk Australs dan dipakai dalam kejuaraan tingkat Asia. Perbedaannya dengan bentuk Australs ialah adanya interupsi (Points of Information) yang boleh dikemukakan antara menit ke-1 dan ke-6 (hanya guna pidato utama, tidak pada pidato penutup). Format ini pun serupa dengan World Schools Style yang dipakai di WSDC.
Di Indonesia, bentuk ini dipakai dalam ALSA English Competition (e-Comp) yang diadakan (hampir) masing-masing tahun oleh ALSA LC Universitas Indonesia.
British Parliamentary ("BP")[sunting | sunting sumber]
Gaya debat parlementer ini tidak sedikit dipakai di Inggris namun pun populer di tidak sedikit negara, sebab bentuk inilah yang dipakai di kejuaraan dunia WUDC. Dalam bentuk ini, empat kesebelasan beranggotakan setiap dua orang bertarung dalam satu debat, dua kesebelasan mewakili Pemerintah (Government) dan dua lainnya Oposisi (Opposition), dengan rangkaian sebagai berikut:
Opening Government: Opening Opposition:
- Prime Minister - Leader of the Opposition
- Deputy Prime Minister - Deputy Leader of the Opposition
Closing Government: Closing Opposition:
- Member of the Government - Member of the Opposition
- Government Whip - Opposition Whip
Urutan berbicara ialah sebagai berikut:
Prime Minister (Perdana Menteri) - 7 menit
Leader of the Opposition (Pemimpin Opisisi) - 7 menit
Deputy Prime Minister (Wakil Perdana Menteri) - 7 menit
Deputy Leader of the Opposition (Wakil Pemimpin Oposisi) - 7 menit
Member of the Government (Anggota Pemerintah) - 7 menit
Member of the Opposition (Anggota Oposisi) - 7 menit
Government Whip - 7 menit
Opposition Whip - 7 menit
Setiap penceramah diberi masa-masa 7 menit untuk mengucapkan pidatonya. Di antara menit ke-1 dan ke-6, penceramah dari pihak lawan dapat mengemukakan interupsi (Points of Information). Bila diterima, penceramah yang mengemukakan permintaan interupsi tadi diserahkan waktu maksimal 15 detik untuk mengucapkan sebuah pertanyaan yang lantas harus dibalas oleh penceramah tadi sebelum melanjutkan pidatonya.
Juri dalam debat BP dapat satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Di akhir debat, juri menilai urutan kemenangan dari peringkat 1 hingga 4 guna debat tersebut. Dalam panel, keputusan sebisanya dipungut menurut mufakat. Bila mufakat tidak tercapai, Ketua Panel akan menciptakan keputusan terakhir.
Di Indonesia, bentuk ini dipakai dalam persaingan Founder's Trophy yang diadakan oleh Komunitas Debat Bahasa Inggris Universitas Indonesia masing-masing tahun.
Format World Schools[sunting | sunting sumber]
Format yang dipakai dalam turnamen World Schools Debating Championship (WSDC) dapat dirasakan sebagai kombinasi BP dan Australs. Setiap debat terdiri atas dua tim, Proposisi dan Oposisi, beranggotakan setiap tiga orang. Urutan pidato ialah sebagai berikut:
Pembicara kesatu Proposisi - 8 menit
Pembicara kesatu Oposisi - 8 menit
Pembicara kedua Proposisi - 8 menit
Pembicara kedua Oposisi - 8 menit
Pembicara ketiga Proposisi - 8 menit
Pembicara ketiga Oposisi - 8 menit
Pidato penutup Oposisi - 4 menit
Pidato penutup Proposisi - 4 menit
Pidato penutup (reply speech) dibawakan oleh penceramah kesatu atau kedua setiap tim (tidak boleh penceramah ketiga) dan didahului oleh pihak Oposisi dan diblokir oleh pihak Proposisi.
Aturan guna interupsi (Points of Information - POI) serupa dengan bentuk BP. POI melulu dapat diserahkan antara menit ke-1 dan ke-7 pidato utama dan tidak terdapat POI dalam pidato penutup.
Di Indonesia, bentuk ini dipakai dalam kejuaraan Indonesian Schools Debating Championship (ISDC). Beberapa SMU di Indonesia yang pernah mengadakan persaingan debat pun menggunakan bentuk ini.
American Parliamentary[sunting | sunting sumber]
Debat parlementer di Amerika Serikat dibuntuti oleh dua kesebelasan untuk masing-masing debatnya dengan rangkaian sebagai berikut:
Government / Pemerintah
Prime Minister / Perdana Menteri (PM)
Member of the Government (MG) / Anggota Pemerintah
Opposition / Oposisi
Leader of the Opposition (LO) / Pemimpin Oposisi
Member of the Opposition (MO) / Anggota Oposisi
Debat parlementer diselenggarakan oleh sejumlah organisasi bertolak belakang di Amerika Serikat di tingkat edukasi menengah dan tinggi. National Parliamentary Debate Association (NPDA) / Asosiasi Debat Parlementer Nasional, American Parliamentary Debate Association (APDA) / Asosiasi Debat Parlementer Amerika, dan National Parliamentary Tournament of Excellence (NPTE) / Turnamen Keunggulan Parlementer Nasional mengadakan debat parlementer tingkat universitas dengan rangkaian pidato sebagai berikut:
Prime Minister / Perdana Menteri - 7 menit
Leader of the Opposition / Pemimpin Oposisi - 8 menit
Member of the Government / Anggota Pemerintah - 8 min
Member of the Opposition / Anggota Oposisi - 8 min
Leader of the Opposition Rebuttal / Bantahan Pemimpin Oposisi - 4 min
Prime Minister Rebuttal / Bantahan Perdana Menteri - 5 min
California High School Speech Association (CHSSA) dan National Parliamentary Debate League (NPDL) mengadakan debat parlementer tingkat sekolah menengah dengan rangkaian pidato sebagai berikut:
Prime Minister - 7 menit
Leader of the Opposition - 7 menit
Member of the Government - 7 menit
Member of the Opposition - 7 menit
Leader of the Opposition Rebuttal - 5 menit
Prime Minister Rebuttal - 5 menit
Dalam semua bentuk tersebut kecuali CHSSA, interupsi berupa pertanyaan bisa ditanyakan untuk pembicara keempat pidato kesatu, kecuali pada menit kesatu dan terakhir pidato. Dalam bentuk CHSSA, keenam pidato semuanya bisa diinterupsi.
Di Indonesia, bentuk debat ini belum populer dan belum ada persaingan reguler yang menggunakannya.
Debat kompetitif di samping debat parlementer[sunting | sunting sumber]
Debat Proposal[sunting | sunting sumber]
Dalam gaya Debat Proposal (Policy Debate), dua kesebelasan menjadi penganjur dan pembangkang sebuah rencana yang bersangkutan dengan topik debat yang diberikan. Topik yang diserahkan umumnya tentang perubahan kepandaian yang diharapkan dari pemerintah. Kedua tim seringkali memainkan peran Afirmatif (mendukung proposal) dan Negatif (menentang proposal). Pada praktiknya, banyak sekali acara debat tipe ini melulu mempunyai satu topik yang sama yang berlaku sekitar setahun sarat atau sekitar jangka masa-masa lainnya yang telah ditetapkan.
Bila dikomparasikan dengan debat parlementer, debat proposal lebih mengandalkan pada hasil penelitian atas fakta-fakta penyokong (evidence). Debat ini pun mempunyai persepsi yang lebih luas tentang argumen. Misalnya, suatu proposal pilihan (counterplan) yang menciptakan proposal utama menjadi tidak dibutuhkan dapat menjadi suatu argumen dalam debat ini. Walaupun retorika pun penting dan ikut memengaruhi nilai masing-masing pembicara, pemenang tiap babak lazimnya didasari atas siapa yang sudah "memenangkan" argumen cocok dengan kenyataan pendukung dan logika yang diberikan. Sebagai konsekuensinya, juri kadang-kadang memerlukan waktu yang lama untuk memungut keputusan sebab semua kenyataan pendukung mesti dicek terlebih dahulu.
Di Amerika Serikat, Debat Proposal ialah tipe debat yang lebih populer dikomparasikan debat parlementer. Kegiatan ini pun telah diusahakan dikembangkan di Eropa dan Jepang dan gaya debat ini ikut memengaruhi bentuk-bentuk debat lain. Di AS, Debat Proposal tingkat SMU diadakan oleh NFL dan NCFL. Di tingkat universitas, debat ini diadakan oleh National Debate Tournament (NDT), Cross Examination Debate Association (CEDA), National Educational Debate Association, dan Great Plains Forensic Conference.
Debat Proposal terdiri atas dua kesebelasan beranggotakan setiap dua orang dalam tiap debatnya. Setiap penceramah membawakan dua pidato, satu pidato konstruktif (8 atau 9 menit) yang mengandung argumen-argumen baru dan satu pidato sanggahan (4, 5, atau 6 menit) yang jangan mengandung argumen baru tetapi dapat berisi kenyataan pendukung baru untuk menolong sanggahan. Biasanya, sehabis masing-masing pidato konstruktif, pihak lawan diserahkan kesempatan untuk mengerjakan pemeriksaan silang (cross-examination) atas pidato tersebut. Setiap isu yang tidak ditanggapi oleh pihak lawan dirasakan sudah diterima dalam debat. Dewan juri secara saksama menulis semua pengakuan yang diciptakan dalam sebuah babak (sering dinamakan flow).
Di Indonesia, bentuk debat ini belum populer dan belum ada persaingan reguler yang menggunakannya.
Lincoln-Douglas Debate[sunting | sunting sumber]
Nama gaya debat ini dipungut dari debat-debat familiar yang pernah dilaksanakan di Senat Amerika Serikat antara kedua kandidat Lincoln dan Douglas. Setiap debat gaya ini dibuntuti oleh dua pedebat yang bertarung satu sama lain.
Argumen dalam debat ini terpusat pada filosofi dan nilai-nilai abstrak, sampai-sampai sering dinamakan sebagai debat nilai (value debate). Debat LD tidak cukup menekankan pada kenyataan pendukung (evidence) dan lebih mengkhususkan logika dan penjelasan.
Di Indonesia, bentuk debat ini belum populer dan belum ada persaingan reguler yang menggunakannya.
Kegiatan beda yang serupa[sunting | sunting sumber]
Model United Nations[sunting | sunting sumber]
Model United Nations ialah kegiatan yang tidak sedikit dilakukan di tingkat sekolah dan universitas di dunia. Dalam pekerjaan ini, peserta memainkan peran sebagai utusan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang mewakili negara tertentu (dalam persaingan internasional, negara yang diwakili lazimnya bukan negara asal sebetulnya dari kesebelasan tersebut).
Di Indonesia, pekerjaan ini relatif belum berkembang. Namun, Jakarta International School (JIS), suatu sekolah internasional di ibukota, memiliki pekerjaan ekstrakurikuler ini.
Moot court[sunting | sunting sumber]
Kompetisi Moot court biasa dilaksanakan oleh mahasiswa hukum di tingkat universitas.
Lihat pula[sunting | sunting sumber]
Debat kompetitif di Indonesia
Indonesian Varsity English Debate
Java Overland Varsities English Debate
Indonesian Schools Debating Championship
Parahyangan English Debate Society
Pranala luar[sunting | sunting sumber]
Kompetisi internasional tingkat universitas
World Universities Debating Council
Kompetisi internasional tingkat sekolah menengah
World Schools Debating Championships
Organisasi Debat Internasional
International Debate Education Association
International Public Debate Association
Australasian Intervarsity Debating Association
Australasian Intervarsity Debating Association (2002-3)
Lain-lain
'Debating': A free online 'how-to' guide (A free 200-page debating book written by a former winner of the World Schools Debating Championhip)
Debate Network (Arguments for and against a wide variety of debate topics)
Associated Leaders of Urban Debate (A national organization promoting debate to the general public) (US, K-12, collegiate)
World Debate Website Information about university debating events around the globe
Oxford Union (Oxford University)
American Parliamentary Debating Association (U.S., collegiate)
National Parliamentary Debate Association (U.S., collegiate)
Cross Examination Debate Association (U.S., collegiate)
National Debate Tournament Home Page (U.S., collegiate)
British Debate Information about school and university debating in Britain
Debating SA Helpful resources for Primary and Secondary School debaters in Australia
Debate Central Wide ranging debate training website. Includes several online videos
National Association of Urban Debate Leagues (U.S., secondary and middle school)
National Forensic League (U.S., secondary school)
National Christian Forensics and Communications Association (U.S., secondary school)
National Parliamentary Debate League (U.S., secondary school)
Planet Debate An online store for debate resources run by Harvard Debate.
National Debate Coaches Association (U.S., secondary school)
eDebate Mailing list for high school and college debate coaches.
Debate Outreach Network A resource for starting a debate team. Includes video from the Dartmouth Debate Institute
Debatepoint dot com Web-based debate software
New Zealand Schools Debating Council Website of the New Zealand Schools Debating Council, who organise schools debating in New Zealand
Slovak Debate Associaton
ARDOR - Romanian National Debate Association
ASDV Bonaparte is the academic debating society in Amsterdam
Parliamentary Debate League - Parli Grand Nationals (U.S., secondary school)
Cross-X.com Website for high school and college debaters run by former debater Phil Kerpen.
DebateRoom.com Debate forums for a variety of issues.
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :
1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
![]() |
| Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka |
Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297


0 Komentar