Kursus Komputer Majalengka
Biografi Demokritos - Bapak Teori Atom

muhamad nurdin fathurrohman Monday, June 2, 2014 Filsafat, Fisika, Yunani
Democritus
Lahir: ca. 460 BC Abdera, Yunani Utara
Meninggal : ca. 370 BC (usia 90)
Era: Filsafat pra-sokratik
Tradisi: Mazhab Atomisme
Minat utama:
metafisika/matematika/astronomi
Gagasan penting: atomisme

Demokritos ialah seorang filsuf yang bermunculan di Yunani. Ia ialah murid dari Leukippos, pendiri mazhab Atomisme. Demokritos mengembangkan pemikiran mengenai atom. Di samping sebagai filsuf, Demokritos pun dikenal menguasai tidak sedikit keahlian. Sayangnya, karya-karya Demokritos tidak terdapat yang tersimpan. Demokritos mencatat tentang ilmu alam, astronomi, matematika, sastra, epistemologi, danetika. Ada selama 300 kutipan mengenai pemikiran Demokritos di dalam sumber-sumber kuno. Sebagian besar kutipan-kutipan itu berisi mengenai etika.

Riwayat Hidup
Demokritos bermunculan di kota Abdera, Yunani Utara. Ia hidup selama tahun 460 SM sampai 370 SM. Ia berasal dari family kaya raya. Pada masa-masa ia masih muda, ia memakai warisannya guna pergi ke Mesir dan negeri-negeri Timur lainnya. Di samping menjadi siswa Leukippos, Ia pun belajar untuk Anaxagoras dan Philolaos. Hanya tidak banyak yang bisa diketahui dari riwayat hidup Demokritos. Banyak data mengenai kehidupannya sudah tercampur dengan legenda-legenda yang kebenarannya susah dipercaya.
Meskipun ia hidup sezaman dengan Sokrates, bahkan usianya lebih muda, tetapi Demokritos tetap digolongkan sebagai filsuf pra-sokratik. Hal ini disebabkan ia melanjutkan dan mengembangkan doktrin atomisme dari Leukippos yang adalahfilsuf pra-sokratik. Ajaran Leukippos dan Demokritos bahkan nyaris tidak bisa dipisahkan. Di samping itu, filsafat Demokritos tidak dikenal di Athena guna waktu yang lumayan lama. Misalnya saja, Plato tidak memahami apa-apa mengenai Atomisme. Baru Aristoteles yang lantas menaruh perhatian besar terhadap pandangan atomisme.

Pemikiran
Tentang Atom
Demokritos dan gurunya, Leukippos, berasumsi bahwa atom ialah unsur-unsur yang menyusun realitas. Di sini, mereka setuju dengan doktrin pluralisme Empedokles dan Anaxagoras bahwa realitas terdiri dari tidak sedikit unsur, bukan satu. Akan tetapi, berlawanan dengan Empedokles dan Anaxagoras, Demokritos memandang bahwa unsur-unsur itu tidak bisa dibagi-bagi lagi. Karena itulah, unsur-unsur itu diberi nama atom (bahasa Yunani atomos: a berarti "tidak" dan tomos berarti "terbagi")
Atom-atom itu adalahunsur-unsur terkecil yang menyusun realitas. Ukurannya begitu kecil sampai-sampai mata insan tidak bisa melihatnya. Di samping itu, atom pun tidak mempunyai kualitas, laksana panas atau manis. Hal tersebut pula yang memisahkan dengan konsep zat-zat Empedokles dan benih-benih dari Anaxagoras. Atom-atom tersebut bertolak belakang satu dengan yang lainnya melewati tiga hal: bentuknya(seperti huruf A bertolak belakang dengan huruf N), urutannya (seperti AN bertolak belakang dengan NA), dan posisinya (huruf A bertolak belakang dengan Z dalam urutan huruf). Dengan demikian, atom mempunyai kuantitas belaka, termasuk pun massa. Jumlah atom yang menyusun realitas ini tidak berhingga.
Di samping itu, atom juga di anggap sebagai tidak dijadikan, tidak bisa dimusnahkan, dan tidak berubah. Yang terjadi pada atom ialah gerak. Karena itu, Demokritus mengaku bahwa "prinsip dasar alam semesta ialah atom-atom dan kekosongan". Jika terdapat ruang kosong, maka atom-atom tersebut dapat bergerak. Demokritus mencocokkan gerak atom dengan situasi saat sinar matahari menginjak kamar yang gelap gulita melewati retak-retak jendela. Di situ bakal terlihat bagaimana debu bergerak ke seluruh jurusan, walaupun tidak terdapat angin yang menyebabkannya bergerak. Dengan demikian, tidak dibutuhkan prinsip beda untuk menciptakan atom-atom tersebut bergerak, laksana prinsip "cinta" dan "benci" menurut keterangan dari Empedokles. Adanya ruang kosong sudah lumayan membuat atom-atom tersebut bergerak.

Tentang Dunia
Dunia dan semua realitas tercipta sebab atom-atom yang berbeda format saling mengait satu sama lain. Atom-atom yang sehubungan itu lantas mulai bergerak berputar, dan kian lama makin tidak sedikit atom yang ikut ambil unsur dari gerak tersebut. Daftar atom yang lebih banyak tinggal di pusat gerak itu sedangkan kelompok atom yang lebih halus dilontarkan ke ujungnya. Demikianlah dunia terbentuk.
Tentang Manusia

Tentang manusia, Demokritos berpandangan bahwa manusia pun terdiri dari atom-atom. Jiwa manusia dicerminkan sebagai atom-atom halus. Atom-atom ini digerakkan oleh gambaran-gambaran kecil atas sebuah benda yang disebuteidola. Dengan demikian hadir kesan-kesan indrawi atas benda-benda tersebut.

Tentang Pengenalan
Sebelumnya telah disebutkan bahwa masing-masing benda, yang tersusun atas atom-atom, menerbitkan gambaran-gambaran kecil yang dinamakan eidola. Gambaran-gambaran berikut yang masuk ke panca indra insan dan disalurkan ke jiwa. Manusia bisa melihat sebab gambaran-gambaran kecil itu bersentuhan dengan atom-atom jiwa. Proses semacam ini berlaku untuk semua jenis pengenalan indrawi lainnya.

Lalu bagaimana dengan kualitas yang diterima oleh indra manusia, laksana pahit, manis, warna, dan sebagainya? Berdasarkan keterangan dari Demokritos atom-atom itu tidak mempunyai kualitas, jadi darimana kualitas-kualitas laksana itu dialami oleh manusia? Berdasarkan keterangan dari Demokritos, kualitas-kualitas laksana itu didapatkan adanya kontak antara atom-atom tertentu dengan yang lain. Misalnya saja, insan merasakan manis sebab atom jiwa bersentuhan dengan atom-atom yang licin. Kemudian insan merasakan pahit bila jiwa bersentuhan dengan atom-atom yang kasar. Rasa panas diperoleh karena jiwa bersentuhan dengan atom-atom yang bergerak dengan kecepatan tinggi.
Dengan demikian, Demokritos memutuskan bahwa kualitas-kualitas tersebut hanya dialami oleh subyek dan bukan suasana benda yang sebenarnya. Karena itulah, Demokritos mengaku bahwa insan tidak bisa mengenali esensi sejati sebuah benda. Yang dapat dicermati hanyalah fenomena atau penampakan benda tersebut. Demokritos mengatakan:
"Tentunya bakal menjadi jelas, terdapat satu masalah yang tidak bisa dipecahkan, yaitu bagaimana suasana setiap benda dalam fakta yang sesungguhnya...Sesungguhnya, anda sama sekali tidak tahu karena kebenaran terletak di dasar jurang yang dalam."

Etika
Berdasarkan keterangan dari Demokritos, nilai tertinggi di dalam hidup manusia ialah keadaan batin yang sempurna (euthymia). Hal tersebut dapat dijangkau bila insan menyeimbangkan semua hal di dalam kehidupan: kesukaan dan kesusahan, kesenangan dan pantangan. Yang bertugas mengusahakan ekuilibrium ini ialah rasio.
Kursus Komputer bersertifikat. Lembaga kursus Citra Telematika menyelenggarakan :

1. Aplikasi Perkantoran
2. Desain Grafis
3. Jaringan Komputer
4. Robotika
5. Pemasaran Digital
Kursus Komputer di Majalengka
Citra Telematika - Kursus Komputer di Majalengka

Jl. Raya Timur No. 65, Ciborelang, Jatiwangi
Kab. Majalengka
(0233) 8281236 | 085216667297